Update regulasi

Ringkasan peraturan perpajakan terbaru (2024–2026) dan ketentuan pokok yang masih berlaku, lengkap dengan dasar hukum, dampak ke soal UKP, pembahasan, dan file peraturannya.

UKP SPT 2025

Menampilkan 9 dari 44 regulasi.

Berlaku

PP 58/2023 dan PMK 168/2023: tarif efektif rata-rata (TER) PPh 21

Dasar hukum
PP 58 Tahun 2023; PMK 168 Tahun 2023
Berlaku
1 Januari 2024
Tingkat UKP
A, B, C

Pokok aturan

  • Pemotongan PPh 21 pegawai tetap masa Januari–November memakai TER bulanan kategori A (TK/0, TK/1, K/0), B (TK/2, TK/3, K/1, K/2), dan C (K/3) tanpa mengurangkan PTKP
  • Masa terakhir (Desember atau bulan berhenti) dihitung ulang setahun dengan tarif Pasal 17
  • Pegawai tidak tetap harian memakai TER harian
  • Bukan pegawai memakai tarif Pasal 17 atas 50% penghasilan bruto

Dampak ke soal UKP

  • Soal PPh 21 bulanan harus memakai tabel TER, bukan disetahunkan
  • Zakat/sumbangan keagamaan wajib lewat pemberi kerja menjadi pengurang dalam perhitungan setahun
Pembahasan & contoh
  • Contoh: pegawai tetap status K/1 (kategori B) dengan bruto Rp10.000.000 sebulan dipotong TER 1,5% = Rp150.000 setiap masa Januari–November
  • Di bulan Desember, PPh 21 setahun dihitung dengan Pasal 17 (bruto setahun − biaya jabatan maksimal Rp6.000.000 − iuran pensiun/JHT/JP pegawai − PTKP Rp63.000.000), lalu dikurangi PPh yang sudah dipotong Januari–November
  • Hasilnya bisa kurang bayar atau lebih potong

Sumber ↗

Berlaku

PMK 168/2023: petunjuk pelaksanaan pemotongan PPh 21 dengan TER

Dasar hukum
PMK 168 Tahun 2023 (pelaksanaan PP 58/2023)
Berlaku
1 Januari 2024
Tingkat UKP
A, B, C

Pokok aturan

  • PPh 21 pegawai tetap masa Januari–November dihitung dengan Tarif Efektif Rata-rata bulanan kategori A (TK/0, TK/1, K/0), B (TK/2, TK/3, K/1, K/2), atau C (K/3)
  • Masa pajak terakhir memakai tarif Pasal 17 atas penghasilan setahun
  • Pegawai tidak tetap dengan upah harian sampai Rp2,5 juta memakai TER harian (0% sampai Rp450 ribu, 0,5% di atasnya)
  • Pegawai tidak tetap dengan upah di atas Rp2,5 juta sehari: tarif Pasal 17 × 50% bruto
  • Bukan pegawai: tarif Pasal 17 × 50% bruto

Dampak ke soal UKP

  • Dasar seluruh soal hitung PPh 21 sejak 2024
Pembahasan & contoh
  • Contoh: pekerja harian menerima Rp400.000 sehari: TER harian 0%, tidak ada PPh 21
  • Upah Rp600.000 sehari: 0,5% × Rp600.000 = Rp3.000
  • Konsultan (bukan pegawai) menerima honor Rp20.000.000: PPh 21 = 5% × 50% × Rp20.000.000 = Rp500.000

Sumber ↗

Berlaku

PMK 66/2023: perlakuan PPh atas natura dan/atau kenikmatan

Dasar hukum
PMK 66 Tahun 2023 (pelaksanaan UU HPP dan PP 55/2022)
Berlaku
2023 (natura menjadi objek PPh penerima sejak 1 Januari 2023)
Tingkat UKP
A, B, C

Pokok aturan

  • Natura dan kenikmatan dari pemberi kerja menjadi objek PPh penerima dan dapat dibiayakan pemberi, dengan pengecualian antara lain makanan/minuman bagi seluruh pegawai, natura di daerah tertentu, natura karena keharusan pekerjaan, dan natura/kenikmatan tertentu dengan batas nilai

Dampak ke soal UKP

  • Soal PPh 21 atas natura dan biaya natura dalam koreksi fiskal
Pembahasan & contoh
  • Contoh: makan siang yang disediakan untuk seluruh pegawai di kantor bukan objek PPh penerima
  • Pemberian telepon genggam untuk keperluan kerja termasuk natura yang dikecualikan sepanjang memenuhi syarat dan batas dalam PMK

Sumber ↗

Berlaku

PMK 136/2023: NIK sebagai NPWP bagi orang pribadi penduduk

Dasar hukum
PMK 112/2022 s.t.d.d. PMK 136/2023
Berlaku
NIK sebagai NPWP penuh sejak 1 Juli 2024
Tingkat UKP
A, B, C

Pokok aturan

  • Wajib Pajak orang pribadi penduduk memakai NIK sebagai NPWP
  • NPWP 16 digit untuk badan, instansi pemerintah, dan orang pribadi bukan penduduk
  • Penggunaan NIK dan NPWP 16 digit secara penuh berlaku sejak 1 Juli 2024

Dampak ke soal UKP

  • Soal identitas Wajib Pajak, pemotongan, dan faktur memakai NIK/NPWP 16 digit
Pembahasan & contoh
  • Contoh: bukti potong PPh 21 pegawai WNI mencantumkan NIK pegawai
  • NPWP format 15 digit tidak dipakai lagi untuk layanan administrasi

Sumber ↗

Berlaku

UU 7/2021 (UU HPP): pokok perubahan KUP, PPh, PPN, dan cukai

Dasar hukum
UU 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan
Berlaku
Bertahap sejak 29 Oktober 2021
Tingkat UKP
A, B, C

Pokok aturan

  • NIK sebagai NPWP
  • Sanksi lebih ringan (denda keberatan 30%, banding 60%, kenaikan Pasal 13 ayat (3) menjadi 75%, bunga berbasis suku bunga acuan)
  • Tarif PPh badan 22%
  • Lapisan PPh orang pribadi 5% (s.d. Rp60 juta) sampai 35% (di atas Rp5 miliar)
  • Natura menjadi objek PPh
  • Omzet UMKM orang pribadi sampai Rp500 juta tidak dikenai PPh final
  • Tarif PPN 11% (2022) dan 12% (2025)
  • PPN final untuk sektor tertentu

Dampak ke soal UKP

  • Dasar sebagian besar soal UKP
  • Ketentuan sanksi dan tarif sejak HPP adalah jawaban yang dipakai di bank soal
Pembahasan & contoh
  • Contoh: SKPKB karena SPT tidak disampaikan setelah ditegur: kenaikan 75% (sebelum HPP 50%/100%)
  • Keberatan ditolak: denda 30% (sebelum HPP 50%)

📄 File peraturanSumber ↗

Berlaku

PP 55/2022: penyesuaian pengaturan di bidang PPh (termasuk PPh final UMKM)

Dasar hukum
PP 55 Tahun 2022 s.t.d.d. PP 20 Tahun 2026
Berlaku
20 Desember 2022; diubah PP 20/2026
Tingkat UKP
A, B, C

Pokok aturan

  • Peraturan pelaksanaan UU PPh pasca-HPP: natura, dividen dikecualikan, sumbangan, biaya, kompensasi kerugian, serta PPh final UMKM 0,5% dengan omzet tidak dikenai pajak Rp500 juta bagi orang pribadi
  • PP 20/2026 membatasi PPh final UMKM untuk orang pribadi, perseroan perorangan, dan koperasi (koperasi paling lama 4 tahun)

Dampak ke soal UKP

  • Soal PPh final UMKM dan berbagai pengecualian objek PPh
Pembahasan & contoh
  • Contoh: pedagang orang pribadi beromzet Rp800 juta setahun: PPh final = 0,5% × (Rp800.000.000 − Rp500.000.000) = Rp1.500.000

📄 File peraturanSumber ↗

Berlaku

PP 44/2022: penerapan PPN dan PPnBM

Dasar hukum
PP 44 Tahun 2022
Berlaku
2 Desember 2022
Tingkat UKP
A, B, C

Pokok aturan

  • Peraturan pelaksanaan UU PPN pasca-HPP: penyerahan yang terutang dan tidak terutang PPN, pengkreditan Pajak Masukan, pengembalian kelebihan, serta PPnBM

Dampak ke soal UKP

  • Soal objek PPN, pengkreditan, dan restitusi PPN
Pembahasan & contoh
  • Contoh: Pajak Masukan atas perolehan BKP yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha tidak dapat dikreditkan

Sumber ↗

Berlaku

PP 50/2022: tata cara pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan (KUP)

Dasar hukum
PP 50 Tahun 2022
Berlaku
12 Desember 2022
Tingkat UKP
A, B, C

Pokok aturan

  • Peraturan pelaksanaan UU KUP pasca-HPP: NPWP/NIK, pembetulan dan pengungkapan, pemeriksaan bukti permulaan, sanksi berbasis suku bunga acuan, dan penghentian penyidikan

Dampak ke soal UKP

  • Soal KUP tingkat B dan C (pengungkapan ketidakbenaran, bukti permulaan, sanksi)
Pembahasan & contoh
  • Contoh: pengungkapan ketidakbenaran pada saat pemeriksaan bukti permulaan dikenai sanksi denda 100% dari pajak kurang dibayar (Pasal 8 ayat (3a) UU KUP)

📄 File peraturanSumber ↗

Berlaku

UU 10/2020: Bea Meterai tarif tunggal Rp10.000

Dasar hukum
UU 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai
Berlaku
1 Januari 2021
Tingkat UKP
A, B, C

Pokok aturan

  • Tarif tetap Rp10.000
  • Dokumen yang menyatakan penerimaan uang dikenai bea meterai bila nilainya lebih dari Rp5.000.000
  • Dokumen tertentu seperti ijazah, tanda terima gaji/pensiun, dan dokumen lalu lintas barang (konosemen) tidak dikenai
  • Pembayaran dengan meterai tempel, meterai elektronik, meterai bentuk lain, atau SSP
  • Sanksi atas bea meterai kurang bayar 100%

Dampak ke soal UKP

  • Soal objek, tarif, dan sanksi Bea Meterai
Pembahasan & contoh
  • Contoh: kuitansi Rp6.000.000 dikenai bea meterai Rp10.000
  • Kuitansi Rp5.000.000 tidak dikenai
  • Bea meterai Rp10.000 yang tidak dibayar ditagih bersama sanksi 100% = Rp20.000

📄 File peraturanSumber ↗

Ringkasan untuk belajar, bukan nasihat pajak. Selalu periksa naskah resmi di JDIH Kemenkeu atau pajak.go.id. Ketentuan bertanda "Masa transisi" bisa berubah. File peraturan lengkap ada di Bank peraturan.

Bantuan